Minggu, 20 Oktober 2013

Selamat Hari Raya Idul Adha 1434 H

Abang becak tidurnya sangat pulas di atas becaknya glowoh mulutnya, beberapa kali saya perhatikan liurnya menetes, tlenong (,,,,sle,,,,sle,,,slek,,,),,,,gurih pak de? yang tidak jadi jatuh ditelan kembali. Kasihan mau saya bangunkan terlihat sangat kecapean, dan aku naik becak yang lain saja.
Sungguh tidur jika tidak pada jamnya sering kali menghambat datangnya rejeki. Becak yang saya naiki terus dikayuh melaju dengan nyaman, dalam perjalanan sambil cerita tentang sekolah anak-anaknya, abangbecak ini berkisah padaku. Bahwa keempat anaknya bisa kuliah semuanya, Subhanallah,,,hebat bapak ini.

Yang nomer satu lulus dua tahun yang lalu dari UNS Solo dan sekolah lagi atas biayanya sendiri. Yang nomer dua kuliah di ITB Bandung semester ahkir yang nomer tiga di UGM Yogyakarta dan yang keempat di UNY semester pertama.

"Bagaimana bapak membiayai mereka?" tanyaku penasaran. Sambil mengayuh dan mengayuh bapak ini bertutur panjang lebar. Salah satu perkataannya yang dikatakan kepadaku "Asal kita bekerja dengan benar rejekinya juga benar, Allah tidak tidur. Aku mengiyakannya, namun jawabanku itu menembus batas keyakinanku sendiri. Sungguh rejeki tidak akan tertukar dan aku sedang tidak menaiki becak melainkan berada di atas roda hidup penuh semangat atas seorang ayah terhadap keluargannya. Spontan aku menjadi malu dengan diriku sendiri "apa yang sudah aku berikan kepada anak-anakku?"

Mental pejuang dapat dimiliki oleh siapa saja, seorang ibu janda tua tergopoh datang padaku. Di tangannya tergenggam kantung plastik usang dan diserahkan kepadaku sambil ia berkata,"Pak Mahroji, Alhamdulillah akhirnya saya bisa ikut berqorban sapi", uang dua juta rupiah yang dikumpulkannya bertahun. Terlihat sangat berbahagia ibu ini, keyakinan untuk berqurban telah terpenuhi. Amal seseorang tidak akan dapat digantikan oleh orang lain. Keyakinan itu mampu menembus apa saja, namun tidak bagi orang-orang yang mendaki gunung alasan. Karena orang yang sering beralasan cenderung mudah bermasalah, padahal orang yang selalu mempermasalahkan sesuatu adalah orang yang paling banyak masalahnya dan paling banyak pula alasannya. Sahabatku, Allah sangat menyukai terhadap orang-orang yang mencurahkan seluruh kemampuannya untuk mentaati-Nya. Dan Dia juga menyukai orang-orang yang bersabar dalam kefakiran. Serta yang lebih disukai-Nya adalah mengalirnya air mata taubatnya seseorang atas ampunan-Nya. Cerdas dalam berfikir, kona'ah dalam menerima, bersabar dalam mengupayakannya, berkeyainan dalam meraih keselamatan dunia akhirat.!
@Sumber : VozzerIndonesia


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Awali harimu dengan senyuman Niscaya Harimu akan penuh warna :)