Abang becak tidurnya
sangat pulas di atas becaknya glowoh mulutnya, beberapa kali saya perhatikan
liurnya menetes, tlenong (,,,,sle,,,,sle,,,slek,,,),,,,gurih pak de? yang tidak
jadi jatuh ditelan kembali. Kasihan mau saya bangunkan terlihat sangat kecapean,
dan aku naik becak yang lain saja.
Sungguh tidur jika tidak
pada jamnya sering kali menghambat datangnya rejeki. Becak yang saya naiki
terus dikayuh melaju dengan nyaman, dalam perjalanan sambil cerita tentang
sekolah anak-anaknya, abangbecak ini berkisah padaku. Bahwa keempat anaknya bisa
kuliah semuanya, Subhanallah,,,hebat bapak ini.
Yang nomer satu lulus
dua tahun yang lalu dari UNS Solo dan sekolah lagi atas biayanya sendiri. Yang
nomer dua kuliah di ITB Bandung semester ahkir yang nomer tiga di UGM
Yogyakarta dan yang keempat di UNY semester pertama.
"Bagaimana bapak
membiayai mereka?" tanyaku penasaran. Sambil mengayuh dan mengayuh bapak
ini bertutur panjang lebar. Salah satu perkataannya yang dikatakan kepadaku
"Asal kita bekerja dengan benar rejekinya juga benar, Allah tidak tidur.
Aku mengiyakannya, namun jawabanku itu menembus batas keyakinanku sendiri. Sungguh
rejeki tidak akan tertukar dan aku sedang tidak menaiki becak melainkan berada
di atas roda hidup penuh semangat atas seorang ayah terhadap keluargannya.
Spontan aku menjadi malu dengan diriku sendiri "apa yang sudah aku berikan
kepada anak-anakku?"
Mental pejuang dapat
dimiliki oleh siapa saja, seorang ibu janda tua tergopoh datang padaku. Di
tangannya tergenggam kantung plastik usang dan diserahkan kepadaku sambil ia
berkata,"Pak
Mahroji, Alhamdulillah akhirnya saya bisa ikut berqorban sapi",
uang dua juta rupiah yang dikumpulkannya bertahun. Terlihat sangat berbahagia
ibu ini, keyakinan untuk berqurban telah terpenuhi. Amal seseorang tidak akan
dapat digantikan oleh orang lain. Keyakinan itu mampu menembus apa saja, namun
tidak bagi orang-orang yang mendaki gunung alasan. Karena orang yang sering
beralasan cenderung mudah bermasalah, padahal orang yang selalu
mempermasalahkan sesuatu adalah orang yang paling banyak masalahnya dan paling
banyak pula alasannya. Sahabatku, Allah sangat menyukai terhadap orang-orang
yang mencurahkan seluruh kemampuannya untuk mentaati-Nya. Dan Dia juga menyukai
orang-orang yang bersabar dalam kefakiran. Serta yang lebih disukai-Nya adalah
mengalirnya air mata taubatnya seseorang atas ampunan-Nya. Cerdas dalam
berfikir, kona'ah dalam menerima, bersabar dalam mengupayakannya, berkeyainan
dalam meraih keselamatan dunia akhirat.!
@Sumber :
VozzerIndonesia
Oleh Ust.Mahroji khudori

Tidak ada komentar:
Posting Komentar